Jumat, 14 September 2012

Cerita bersambung yg agak ngawur..^^


(sorry no translation for this story..hehe..too long for make a translation..)

Pagi itu udara cerah seperti biasa...langit berwarna biru dengan awan- awan putih bertebaran meramaikan suasana ditambah kicau burung yang kadang masih terdengar di sela ramai suara orang menyambut pagi...udara yang masih bersih bergegas pergi dikejar asap kendaraan yang mulai memenuhi...
Keysha membuka jendela kamarnya dan ikut menghirup udara pagi yang masih tersisa kesegarannya. Pagi itu dia takkan pernah tahu bahwa mulai hari ini seluruh kehidupannya akan berubah.
“Key, Mama, Papa berangkat ya.” Kata mama tiba- tiba.
“Duh, Mama bikin kaget Keysha aja deh! Iya gih berangkat. Ntar papa telat lagi.” Kata Keysha menjawab mamanya sambil mengelus dadanya karena kaget.
“Lha, salah siapa jam segini baru bangun! Ga malu tuh ma matahari.” Timpal Mama.
“Kan masih pagi Ma. Baru jam 9.” Kata Keysha sambil tertawa dan memeluk mamanya.
Mereka berdua lalu berjalan keluar kamar menuju dapur. Di sana Papa sudah menunggu di meja makan.
“Duh, anak Papa rajin bener jam segini sudah bangun!” Kata Papa ketika melihat mama yang berjalan bersebelahan dengan Keysha.
“Ih Papa! Kata guru Bahasa Indonesia Keysha dulu waktu SMA tu barusan namanya majas ironi deh!” Jawab Keysha sambil manyun.
Papa hanya tersenyum saja melihat tingkah anak bungsunya. “What will you do today? Will you go with us?” Tanya Papa.
“No...no... Off course I will go out with my boyfriend, Daddy.” Jawab Keysha. “Udah gih Pa, berangkat! I will be fine. Don’t worry about me, okay?!”
“Ya udah Papa, Mama berangkat yah. Hati- hati di rumah yah!” Pamit Papa pada Keysha.
“Oke. Oleh- olehnya jangan lupa ya Pa, Ma!”
Setelah Papa dan Mama berangkat dan mencomot roti tawar sepotong, Keysha kembali ke kamarnya. Sebagai anak yang lumayan rajin, Keysha harus membersihkan tempat tidurnya terlebih dahulu sebelum melangkahkan kakinya ke kamar mandi.
Ketika akan melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Tiba- tiba handphonenya berbunyi.
“Hallo..Yang.” Jawab Keysha.
“Halo. Key, kita hari ini ga usah ketemu ya?” Jawab suara di seberang.
“Lho. Kok gitu seh?” Tanya Keysha. “Kan kita udah janjian hari ini mo jalan. This is weekend Yang.”
“Tapi aku lagi capek banget.”
“Ih, kamu tuh jahat deh! Aku sengaja ga ikut papa, mama liburan ke Bandung. Supaya kita bisa jalan akhir pekan ini ke Jogja tapi kamu malah batalin gitu aja. Ga mau! Pokoknya harus jadi.” Rajuk Keysha.
“Kan bisa minggu depan.”
“Ga mau. Harus hari ini lagian aku juga udah bilang ma temen- temen yang lain kalau kita bakalan ke Jogja Sabtu ini dan mereka udah pada mau ikut semua.”
“Paling cuma si Inka, Via, Roy, Indra kan? Telpon aja bilang cancel dulu.”
“Ga ya tetep ga! Ntar jam 11 aku tunggu di rumah pokoknya! Ni aku udah mo mandi.”
“Oke- oke.”
Setelah perdebatan yang cukup melelahkan dengan pacarnya, Keysha lalu mandi dengan sejuta pertanyaan di hatinya. Kenapa ya kok Andre akhir- akhir ini sering banget ngecewain aku? Mana telpon- telponan juga jarang, sms juga jarang, alasannya sibuk atau capek. Ah, tapi ga mungkin ah Andre mo macem- macem, bisa apa dia tanpa aku. Ganteng juga ga, kaya juga ga, agak jadul lagi. Ya kalau ga gara- gara dia udah lama kenal ma keluargaku dan papa, mama udah percaya banget ma dia, males juga jalan terus ma dia. Ga mungkin dia berani ninggalin aku. Batin Keysha menenangkan hatinya.
Keysha dan Andre udah pacaran lebih dari lima tahun sejak Keysha SMA. Sebenarnya Keysha tidak begitu mencintai Andre karena itu hampir tiap tahun selama pacaran ma Andre, Keysha selalu terlibat affair dengan beberapa orang pria tetapi Andre ga pernah tahu itu. Andre memang tidak terlalu ganteng dan berduit dibanding dengan pria- pria lain yang terlibat affair dengan Keysha, tapi entah kenapa setiap kali Keysha minta putus dengan Andre selalu Andre menahannya dan keluarga Keysha selalu mendukung Andre untuk selalu sama Keysha. Ya, karena itulah Kaysha males mulai mengenalkan pria baru lagi ke dalam keluarganya, bisa dibilang keluarga Keysha masih konvensional banget.
“Non..non.”
“Ada apa Mbak Nah?” Teriak Keysha dari dalam kamar mandi.
“Anu Non...Mbak Inka, Mbak Via, Mas Roy dan Mas Indra nunggu di teras.” Jawab Mbak Nah yang ternyata pembantu Keysha.
“Oo..ya Mbak Nah, makasih. Suruh nunggu sebentar lagi yah. Bikinin minum dulu gih Mbak!”
“Siap Non.”
Tak berapa lama, Keysha keluar dari kamarnya dengan dandanan yang udah full abis.
“Jeng..lama banget seh! Mandi apa membatik?” Ejek Via ketika melihat Keysha.
“Aduh, maaf, maaf. Ya, namanya juga cewek, tadi biasa kesiangan bangunnya.” Jawab Keysha.
“Emang kamu bangun jam berapa?” Tanya Indra ikut nimbrung.
“Jam 9.” Jawab Keysha polos.
“Yah itu seh ga kesiangan! Mang kamu kalau bangun jam segitu!” Kata Indra sambil mengacak rambut Keysha.
“Eits...rambut aku udah disisir neh, ntar berantakan lho!” Kata Keysha sambil menghindar dari tangan Indra yang sudah dekat dengan rambutnya.
“Iya bener banget In,” Timpal Roy. “Tuh anak ada kuliah pagi aja nitip absen apalagi libur gini. Makin menjadi deh!”
“By the way Key, Andre mana kok belum dateng seh?” Tanya Inka.
“On the way, maybe Ka.” Jawab Keysha sambil melirik jam tangannya.
Keysha, Inka, Via, Roy, Indra dan Andre sama- sama kuliah di Universitas Diponegoro tapi beda jurusan. Kalau Keysha, Inka,  jurusan FISIP, Via, Roy, Indra jurusan Ekonomi, sedangkan Andre jurusan Karang Ayu- Johar, eh, maksudnya jurusan Hukum.
Beberapa menit kemudian yang ditunggu- tunggu datang juga.
“Hai semua.” Sapa Andre.
“Hai Yang,” Jawab Keysha. “Udah ditungguin anak- anak dari tadi.”
 “Maaf ya aku baru dateng.”
“That is fine man.” Kata Indra.
Setelah basa- basi sebentar, mereka berenam melangkah menuju garasi mobil Keysha.
“Kamu bawa mobil sendiri atau bareng aku, Roy?” Tanya Keysha pada Roy.
“Aku bawa sendiri aja, Key.” Jawab Roy.
“Oke. Trus sapa yang ikut di mobilku?” Tanya Keysha lagi.
“Aku ikut Roy aja Key ma Indra dan Via.” Kata Inka.
“Oke.” Jawab Keysha. “Mbak Nah, jaga rumah ya!” Pesan Keysha pada Mbak Nah.
“Iya Non. Beres!” Jawab Mbak Nah.
“Ayo berangkat!” Ajak Keysha.
Tak berapa lama tampak iring- iringan dua mobil keluar dari jalan komplek rumah Keysha.
Di mobil Keysha mulai bingung dengan sikap Andre yang hanya diam dari tadi.
“Yang, kamu kok diem aja seh?” Tanya Keysha pada Andre yang duduk di belakang kemudi.
“Heem.. Ga apa- apa kok. Lagi males ngomong aja.” Jawab Andre ketus.
“Oh..ya udah. Oke!”
Kok Andre diem aja ya? Ga biasanya dia diem kayak gini. Ah, bodo’ emang aku pikirin. Yang penting kan aku mo seneng- seneng liburan di Jogja. Batin Keysha menenangkan diri karena dia ga mau merusak kesenangannya hari itu.
Tiba- tiba di tengah perjalanan usai mereka makan di Secang, di dalam mobil Andre memecah kesunyian dan membuka bibirnya untuk mengatakan sesuatu yang sama sekali di luar dugaan Keysha..
”Key...boleh aku ngomong sesuatu sama kamu?” Tanya Andre tiba- tiba.
“Lha kan dari tadi juga udah disuruh ngomong.” Jawab Keysha.
“Serius neh Key.”
“Iya, udah ngomong aja!”
“Key...maafin aku yah.”
“Lho, kamu kan belum ngomong apa- apa kok udah minta maaf seh?”
“Dengerin aku yah Key...Aku ga pernah bermaksud melakukan ini ke kamu, tapi aku juga ga bisa lari dari perasaanku ini Key...”
Hati Keysha mulai tidak enak dengan semua prolog yang dikemukakan Andre. Ada apa ini? Pikir Keysha.
“Aku ketemu ma seseorang dan aku jatuh cinta lagi Key.”
Bagai disambar petir di tengah malam waktu hujan deres, Keysha kaget sekali, ga nyangka ternyata ini yang membuat sikap Andre berubah. Dia ga pernah nyangka kalau Andre, cowok yang selama ini menemaninya ternyata bisa berbuat seperti ini.
“Andre..kamu keterlaluan.”
“Key.. tapi aku tetep masih sayang kamu.”
“Andre..kamu kenapa tega lakuin ini ke aku?” Jerit Keysha sambil menarik lengan baju Andre kuat- kuat.

“Key..jangan gini Key..bahaya.” Teriak Andre berusaha melepaskan tangan Keysha.
“Kamu tega ma aku..” Jerit Keysha sambil terus menarik- narik lengan baju Andre makin kencang.
Tanpa mereka berdua sadari dari arah berlawanan melaju truk dengan kecepatan tinggi yang melewati marka jalan. Dan kecelakaanpun tidak bisa dihindari...
 Seminggu kemudian...
Keysha membuka matanya pelan- pelan. Duh kenapa sakit semua badanku...
“Ma...” Rintih Keysha.
“Key, Alhamdulillah Keysha, kamu sudah sadar.” Kata Mama sambil berurai air mata.
“Ma..Keysha kenapa?” Tanya Keysha lirih.
“Kamu kecelakaan Key. Kamu ga sadar seminggu Key.” Kata Mama. “Untungnya luka kamu ga parah Key..Mama bersyukur banget.” Lanjut Mama.
“Tapi kok badan Key rasanya sakit semua Ma?”
“Yah..namanya juga habis kecelakaan. Kamu yang sabar yah Key!” Kata mama menenangkan. “Mama panggil dokter dulu kasih tau kalo kamu sudah sadar, biar diperiksa lagi sekalian mo telpon Papa kasih kabar kalo kamu udah sadar, Papa pasti seneng banget.”
“Ma...Andre gimana?” Tanya Keysha.
“Ehm..sebentar yah Key, Mama panggil dokter dulu. Ceritanya nanti dulu yah! Yang penting kamu diperiksa dulu!”
Kok Mama menghindar seh...Andre kenapa yah? Batin Keysha..Ah..bodo amat...biarin aja lah..paling juga ga kenapa- kenapa...aku ja baik- baik aja...Aku udah ga mau tau lagi tentang dia...
Seminggu kemudian Keysha sudah diijinkan pulang oleh dokter. Dari Keysha sadar sampai Keysha pulang dari rumah sakit tidak ada yang membicarakan tentang Andre. Aneh juga seh menurut Keysha tapi dia cuek aja. Menurutnya Andre pasti baik- baik aja karena dia juga hanya luka- luka sedikit dan kata Papa mobil Keysha juga rusaknya tidak terlalu parah walaupun Papa memutuskan untuk menjual mobil Keysha setelah keluar dari bengkel nanti.
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat sudah enam bulan sejak peristiwa kecelakaan itu. Kehidupan Keysha sudah kembali lagi seperti dulu, kuliah, hang out, tidur, makan- makan, yah gitu deh... Sejak saat itu Keysha sudah tidak mau tahu lagi tentang Andre, setiap kali ada yang mulai bertanya atau membicarakan Andre, Keysha pasti selalu menghindar. Baginya Andre sudah tidak ada artinya lagi. Keysha sudah terlanjur benci dengan Andre. Tapi entah kenapa tiba- tiba saja Keysha ingin jalan- jalan ke fakultas Hukum, dia pengen ketemu sama temen- temennya di fakultas Hukum.
“Ka, jalan- jalan yuk ke fakultas Hukum.” Ajak Keysha tiba- tiba.
“Ehm..hah... ngapain Key?” Tanya Inka gelagepan.
“Kamu kenapa seh Ka, kaget gitu? Biasa ja kale! Aku bukan pengen cariin Andre tapi pengen ketemu ja ma Revo ma anak- anak yang laen. Kan udah lama ga ketemu, tiap kali jalan mereka ga pernah ada.” Jawab Keysha..Ehm kok aku jadi pengen liat Andre juga. Kayak apa ya dia sekarang. Batin Keysha.
“Oke deh Key, yuk aku temenin.”
Keysha dan Inka- pun berjalan menuju fakultas Hukum. Tapi mampir dulu beli es teh tong dji.
“Duh, haus banget yah Ka?”
“Bener Key, gila sekarang dunia panas gini yah! Gimana di neraka?”
“Oh..kamu mau pindah ke neraka yah Ka? Kapan? Kok ga ngomong ma aku?” Kata Keysha sambil nyengir.
“Dasar kamu Key!” Jawab Inka.
“Yuk jalan!” Ajak Keysha kemudian. “Ka, ngomong- ngomong kapan kamu punya cowok lagi?” Tanya Keysha.
“Ah..males Key.” Jawab Inka asal- asalan.
“Lah masih trauma yah ma Esya dulu?”
“Gimana yah Key?! Dibilang trauma ga juga tapi dibilang ga ya trauma dikit juga.” Jawab Inka. “Gimana ga trauma Key? Coba kamu yang jadi aku? Gara- gara kita orang yang kita cintai harus meninggal?” Jawab Inka sambil berkaca- kaca.
“Tapi kan ga semuanya salah kamu Ka. Udah jangan nangis yah!” Hibur Keysha. “Malu tuh banyak orang!”
“Habis kamu seh Key, ngomongin Esya!”
“Maaf..maaf..maafin yah Ka?!”
“Iya ga apa- apa Key..No problem..Eh kamu udah call Revo belum? Udah bilang kita mau nyamperin dia?”
“Oh my God! Lupa aku Ka! Untung kamu ingetin.” Kata Keysha sambil mengaduk- aduk tasnya mencari handphonenya.
Setelah menghubungi Revo dan janjian ketemuan, Keysha dan Inka menunggu di salah satu kursi panjang deket fakultas Hukum. Tak berapa lama Revo-pun datang dengan bala tentaranya. Rameeeeee banget.
“Haloo Key!” Sapa Revo dan diikuti koor anak buahnya.
“Revo..Dody..Steven..Anji...Ryan..Heno...Waduh! Lengkap yah! Aku kangen ma kalian. Udah lama banget ga ketemu.” Bales Keysha. Mereka-pun lalu bersalam- salaman persis kayak Lebaran, tak ketinggalan pula dengan Inka.
“Iya ya Key.. Udah lama banget kita ga ketemu.” Kata Heno.
“Iya kalian kemana aja seh?” Tanya Inka.
“Iya neh ga pernah kumpul- kumpul. Tiap kali aku kumpul ma yang laen kalian ga pernah ada?” Tanya Keysha menimpali.
“Sibuk Key...” Kata Revo sambil ngakak.
“Sibuk ngapain yah?” Kata Anji menimpali.
“Huh dasar!” Kata Keysha.
Setelah kangen- kangenan sebentar...
“Eh lunch yuk! Laper neh.” Ajak Dody.
“Heeh..heeh..aku juga laper neh!.” Timpal Keysha.
“Wong Solo..Ayam penyet.” Kata Dody.
“Yummy.. Enak deh. Yuk!” Ajak Revo.
Mereka-pun berangkat menuju Wong Solo Imam Bonjol untuk makan menu pilihan Dody, ayam penyet yang sambelnya mantap abis.
Tak berapa lama dengan menumpang mobil Heno yang lumayan muat buat mereka berdelapan, sampailah di Wong Solo, karena udara yang makin panas aja, mereka memilih makan di ruangan ber-AC.
“Ni yang bayar Dody loh!” Kata Steven.
“Lah kok bisa aku? Bayar sendiri- sendiri dunk.”
“Mana ada kayak gitu?” Kata Steven lagi.
“Lah ya bangkrut dunk aku.” Kata Dody memelas. “Heno deh Heno. Atau Revo deh Revo.”
“Ye enak aja!” Jawab Revo sewot. “Yang ngajak ke sini siapa hayo?”
“Lah kok gitu?”
“Udah santé aja! Biar aku ja yang bayar.” Kata Heno.
“Nah gitu dunk Bos.” Kata Dody seneng.
“Heh..Kamu ngapain No, curi- curi pandang ma Inka?” Tanya Steven.
“Ah..ga kok!” Jawab Heno gelagepan.
“Oh iya ya..Heno kan belum pernah ketemu ma Inka.” Timpal Keysha. “Hayo..Heno!”
“Ah..kamu Key! Bisa aja!” Jawab Heno malu.
“Wah..Bakalan ada makan- makan gratis lagi neh.” Kata Dody senang sambil ketawa.
“Oh iya Key..Gimana Andre? Udah sadar?” Tanya Revo.
“Udah..udah insyaf kok.” Jawab Keysha sambil ketawa.
“Ye..ni anak ditanya beneran kok. Katanya Andre koma? Ga sadar- sadar?” Tanya Revo lagi.
“Apa? Koma?” Tanya Keysha kaget.

PART 1 to be continued.....










Tidak ada komentar:

Posting Komentar